Jus Mangga Tilmisani: Kenangan, Kesetiaan…

Pada suatu Ramadhan, Ustadz ‘Umar At Tilmisani diundang untuk menghadiri pertemuan di Iskandariah. Para pengundang menyiapkan hidangan berbuka puasa untuk beliau. Diantara hidangan tsb terdapat jus mangga. Salah s’orang ikhwan menyuguhkan segelas jus mangga kepada beliau. Beliau meminta maaf sambil mengatakan bahwa beliau tidak dapat menerima dan meminumnya. Sebagian hadirin memperhatikan adanya perubahan pada air muka beliau. Merekapun bertanya, “Apakah ustadz alergi pada jus mangga? ataukah jus mangga bisa mengganggu kesehatan ustadz?”. “Tidak…” beliau mnjawab.

Setelah berbuka, hadirin bgitu penasaran mengapa beliau tidak mau meminum jus mangganya. Mereka terus mendesak beliau utk menjelaskannya.

“Apabila saya terlambat pulang kerja”, kata beliau, “Almarhumah istri saya selalu menunggu dgn sabar sembari menyiapkan dua gelas jus mangga. Kemudian kami berdua meminumnya bersama-sama. Sekarang istri saya sudah wafat. Saya tetap merasa berat untuk meminum jus mangga sendirian. Saya tidak bisa meminumnya tanpa dia.” “Saya”, lanjut beliau, “Selalu memohon kepada Allah agar Ia mempertemukan kami berdua di surga. Lalu kami dapat bersama-sama menikmati minuman surga..”

Subhanallah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: