Senandung Ikhtiar Cinta…

Derai angin mengantarkanku ke istana kecil cinta dua insan

Dengan peluh, minyak dan kristal garam di wajahku…

Kukayuh sepeda tua itu..

Jika di awal bulan, aku bahagia bila sudah saatnya pulang….

Karena ku ingin segera menemui belahan jiwa…

Membuka bersama amplop yang berisi kertas-kertas berwarna…

 

Kulihat dia bersyukur….

Ucap hamdalahnya begitu mendalam…

Hatikupun bergetar…

Dan aku pun menangis,Melihat rizqi yang telah kukais…

 

Cukupkah ini untukmu duhai hati…?

Untuk berbelanja bahan bekal sarapanku …

Yang senantiasa kau buatkan dengan lelah di pagi hari…

Cukupkah ini untukmu duhai sayang…?

Untuk mengganti gamis kusammu……

Dan jilbab … Yang sering kotor oleh arang…

Astaghfirullah…

Bukan ku menampik rizqi dari-Mu ya Rabbi…

Hasratku untuk bisa membahagiakannya, begitu luar biasa…

Do’a yang senantiasa kupanjatkan…

Ku yakin Engkau senantiasa menjawab dengan riak-riak yang tak terduga…

Kumohon… lapangkahlan rizqiku… permudahlah kami menjemputnya… Ya Rabbi…

 

Mungkin ku picik dengan berfikir uang mampu membahagiakannya…

Tapi aku tak tahu…

Apakah perhatian dan kasih sayang ini mampu mengurangi rasa laparnya…

Bila saat kami shaum seperti Nabi Daud alaihissalam…

Kemudian hanya berbuka dengan air teh dan tidak makan lagi malamnya……

Karena berasnya sudah habis…

—–

Rabbii…ampuni kami…Karuniakanlah kami cinta dalam bingkai cinta-Mu …

Dalam rangka mengharap ridha-Mu…Pertemukanlah kami di syurga-Mu…

Amin..

Source : Renungan Kisah Inspiratif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: