Meraih Kasih Sayang Dalam Rumah Tangga

Apa kabar sahabat..? Semoga curahan rahmat& hidayah Ar Rahman senantiasa menaungi kita semua sampai saat ini.. Namun apapun yang sedang kita alami, semoga kita selalu dirahmati sikap syukur dan dijauhkan dari sifat kufur, karena bagaimanapun juga nikmat dan kasih Nya teramat luar biasa untuk menjadikan kita manusia yang kufur. Berikut ini saya temukan lagi artikel menarik tentang rumah tangga dari sebuah milis keluarga sakinah, selamat membaca, semoga bermanfaat..

Setiap hari kita disuguhkan berbagai berita perceraian banyak pasangan. Perceraian kayaknya sudah menjadi hal biasa di negeri ini. Orang sudah tidak sungkan lagi mempertontonkan dan memberitakannya ke khalayak umum. Padahal, kalau kita renungi bersama, sesungguhnya pernikahan adalah sesuatu yang LUHUR yang harus dijaga keutuhannya, guna melanjutkan keturunan dan keharmonisan kehidupan jangka panjang.   Islam mengajarkan bahwa tujuan luhur pernikahan adalah mendapatkan ketentraman dan rasa kasih dan sayang, bukan sebaliknya, perseturuan dan ketidakharmonisan yang berujung perceraian.

 

Allah SWT menyatakan dalam QS Ar-Rum : 21 yaitu sebagai berikut:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”

Bicara mengenai kasih dan sayang dalam rumah tangga, Allah menggunakan kalimat “…dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang”. Dalam ayat ini Allah SWT menyatakan, bahwa Allah-lah yang menjadikan rasa kasih sayang antara suami istri. Manusia hanyalah berusaha sesuai dengan syariah, agar diberikan rasa kasih sayang itu.

Dalam bahasa Arab, istilah Kasih Sayang memiliki dua padanan kata yakni MAWADDAH dan HUBBUN. Kedua-duanya memiliki arti yang sama yakni kasih sayang / rasa cinta. Dalam ayat di atas, Allah SWT menggunakan kata MAWADDAH  untuk menggambarkan kasih sayang, bukan HUBBUN.  Apa sebenarnya perbedaan antara MAWADDAH dan HUBBUN ?. Ternyata perbedaannya adalah sebagai berikut:

  • HUBBUN adalah cinta yang timbul karena fisik atau materi semata, sementara MAWADDAH adalah cinta yang timbul atas dasar fisik dan non fisik (akhlaq, penampilan, sopan santun dan ilmu yang dimiliki). Cinta (HUBBUN) umurnya biasanya tidak langgeng sementara cinta MAWADDAH berumur selamanya.
  • HUBBUN adalah cinta tanpa tanggung jawab, sementara MAWADDAH adalah cinta yang disertai tanggung jawab. Cinta (MAWADDAH) bertanggung jawab dunia akhirat, cinta yang membuahkan anak dan bertanggung jawab mendidiknya.

Pertanyaan berikutnya, bagaimanakah agar kita bisa meraih kasih sayang yang MAWADDAH ?

Untuk menjawabnya, mari kita mencontoh kepada Nabi Muhammad saw selama beliau berinteraksi dalam keluarganya. Banyak teladan yang bisa kita ambil pelajaran, diantaranya sebagai berikut:

  • Nabi kadang-kadang suka membantu pekerjaan istrinya. Nabi kadang-kadang ikut menjahit bajunya sendiri dan menyambung tali sepatu
  • Nabi membuat suasana keluarga penuh dengan keceriaan, bercanda dan tawa bersama istri, anak dan cucu.
  • Nabi sangat mencintai dan mengasihi cucunya. Nabi kadang bermain kuda-kudaan yang dinaiki cucunya Hassan dan Hussain, dan membawanya ke masjid.

Demikian penjelasan singkat, bagaimana kita bisa meraih kasih sayang dalam rumah tangga. Menjadikan rumah tangga sebagai surga bukan neraka. Semoga kita diberi kekuatan untuk menjalaninya…Aamiin Ya Rabb..

 

*dikirim oleh : Hariono Fadhil di sebuah milis keluarga sakinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: