Menyingkirkan Gangguan dari Jalan (Berbuahkan Syurga)

 

~Menyingkirkan Gangguan dari Jalan~

Menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk salah satu cabang keimanan.

Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam bersabda:

“Iman memiliki tujuh puluh atau enam puluh  sekian cabang. Yang paling utama adalah laa ilaaha illallaah, sedangkan yang paling rendah adalah menyinkirkan gangguan dari jalan.” {HR. Muslim}

 

Hal ini terhitung sedekah, sebagaimana sabda Nabi Shollallohu alaihi wasallam:

” Setiap persendian harus disedekahi … dan menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk sedekah.” {HR. Bukhari (2989) dan Muslim (1009) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu}

 

Ketika seorang lelaki dari kalangan sahabat berkata kepada Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam: “Ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bermanfaat bagiku.”  Beliau menjawab:

Singkirkanlah gangguan dari jalan manusia.” {HR. Muslim (2618) dari Abu Barzah}

 

Telah disebutkan pahala yang besar bagi yang menyingkirkan gangguan dari jalan kaum Muslimin hingga tidak menyakiti mereka.

Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam bersabda:

“Seorang laki-laki melewati sebatang ranting melintangi badan jalan, lalu dia ,berkata: “Demi Allah, aku akan menyinkirkan ranting ini dari kaum Muslimin agar tidak menyakiti mereka.” Oleh karena itulah, Orang itu dimasukan ke dalam Surga.” {HR. Bukhari (2472, 652) dan Muslim (1914) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu}

 

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda:

“Aku melihat seorang laki-laki di Surga mundar-mandir karena sebuah pohon yang disingkirkan dari badan jalan  yang mengganggu manusia.” {HR. Muslim (1914) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu}

 

Demikian juga tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim melemparkan ke tengah jalan apa-apa yang dapat menyakiti dan memberikan mudhorat kepada Muslim lainnya, seperti kulit pisang, pecahan kaca,  kotoran, sampah, duri, dan yang lainnya.

 

Dikutip dari, sumber:

Ensiklopedi Adab Islam Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah [BAB XV HURUF THA’ Pasal  I Adab  Ath Thariiq  (Berkaitan dengan jalan) hal. 157-158]

Penulis: ‘Adul  ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada

Penerjemah: Abu Ihsan  Al-Atsari

Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i. – Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: